Saia rada tidak menyangka meskipun pikiran saia tetap berkata 'masa sih dia? Apa mungkin? Keknya ga mungkin deh'
Memang sih saia belum pastiin tandatangannya, dan ga terlalu berniat mastiin..
Karena saia takut memang dia.
Kenapa takut?
Saia tidak memiliki perasaan apaapa padanya saat ini.
Dan saia takut apabila saia tau itu dia, saia akan otomatis menjaga jarak dan merasa aneh berada di dekatnya.
Seperti yang telah kuduga, dia dekat dengan saia. Saia tidak ingin merusak suasana dan zona nyaman ini..
Mari berbicara tentang dia..
Dia.. sangat baik, dia memiliki sifat dan sikap seorang pria..
Dia mengerti saia dan apa yang saia inginkan, tanpa perlu saia beritahu.
Dia supel dan mendekati teman serta keluargaku dengan mudah.
Dia ada di saat saia butuhkan.
Dia setia kawan, banget.
Dia memberi ulangtahun yang indah dan spesial, dan kutau hanya untukku.
Dia tidak sombong, dia easy going, dia ramah lingkungan. *eh?
Yah dia hampir memenuhi syarat sempurna seorang lelaki yang saya inginkan, meski dengan kekurangannya yang tidak saya sebutkan di sini.
Dia tidak sempurna, yah dia manusia.
Begitu juga dengan saia.
Sekian banyaknya ketidaksempurnaan dalam diri saia.
Dan salah satunya adalah ketidakmampuan saia untuk menerima dia saat ini, bukan karena apaapa, saia akan menoleransi sifatnya yang masih bisa saia terima, namun hal yang satu ini...
Saia tidak tau..
Yah saia rasa hal ini juga yang menjadi pertimbangan dia untuk tidak memberitahu saia secara langsung bahwa itu adalah dia.
Mungkin disebabkan sejenis trauma dari hubungan masa lalu terakhir saia, saia tidak ingin mengulang kembali..
Ini memang bukan masalah besar dalam hubungan terakhir saia, saia tidak pernah mengungkapkan ini.. Namun kadangkala hal ini melintas dalam pikiran saia, dan menjadi bahan pertimbangan saia.
Saia merasa bersalah dan berdosa karena hal ini, bahwa saia tidak dapat menerima seseorang sepenuhnya apa adanya..
Cinta itu menerima apa adanya.
Saia rasa saia sulit merasakan cinta, atau belum saatnya?..
Kata orang : tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan 2 orang yang saling mencintai akan saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing..
Saia ingat dia pernah bilang 'siapa yang mau sama cowo seperti saia?'
Dan saia jawab 'yah suatu hari pasti ketemu lah, cewe di dunia ni ada banyak, nanti pasti u bakal ketemu yang lebi cocok dari dia'
Waktu itu ketika dia curhat pasca putus sm mantannya.
Hmmm saat itu saia tidak pernah berpikir akan ada suasana seperti saat ini..
Saia baru menyadari akhir-akhir ini bahwa saia lumayan sering keluar berdua dengannya, baik sengaja maupun tanpa disengaja, dari pergi jogging sampai karaoke.
Namun saat itu saia benarbenar hanya menganggap dia sebagai teman baik. Pergi jogging karena teman lain batal. Pergi karaoke karena dia sedang galau dan ingin berteriak. Saia menemaninya.
Namun tidak bermaksud apaapa, saia harap dia tidak berpikir macam-macam juga.
Saia tau saat ini dia sedang berusaha mengubah hal yang menjadi pertimbangan kami berdua itu.
Saia harap dia berhasil.
Semoga dia tidak kehilangan semangat dan tetap berusaha.
Saia mendoakannya dari sini, semoga dia berhasil. Aminn :)
Sent from BlackBerry� on 3